GFC ministry comunity

GFC Ministry comunity Online

ALLAH YANG PENGAMPUN

ALLAH YANG PENGAMPUN

Bacaan: Mazmur 86:5
“Sebab Engkau ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.”

Kalau kita mau merenung dengan jujur dan tulus, sebenarnya sangat banyak perbuatan kita yang menyakitkan hati Yesus. Sengaja atau tidak, kerap kita melakukan sesuatu yang tidak berkenan dihadapanNya. Mungkin kita sedang bergosip ria, tanpa disadari justru kita tengah menyebarkan fitnah. Ada juga perbuatan kita yang sebenarnya secara sadar kita pahami sebagai perbuatan dosa, tapi tetap kita lakukan dengan pertimbangan logika manusia.
Inilah kenyataan yang tergambar dalam kehidupan manusia. Tak satupun luput dari perbuatan tercela. Tetapi, semua itu jangan menjerumuskan kita lebih dalam lagi. Kita harus segera bangkit dan memohon pertolongan Tuhan, serta meminta pengampunanNya. Sebagai orang percaya, kita bersyukur bahwa Yesus telah menebus kita secara “tunai”, sehingga kita diluputkan dari kematian kekal.
Perbuatan dosa yang kita perbuat merupakan bagian dari perangkap yang dibuat iblis. Jika kita telah masuk dalam perangkapnya, maka iblis akan mendakwa kita. Sedemikian rupa kita disudutkan, sehingga tergambar bahwa kita menjadi orang berdosa dan tak pantas meminta pengampunan. Kemudian pikiran kita dimanipulasi, sehingga kita mulai berpikir bahwa tak ada gunanya lagi hidup kudus. Lalu kepalang tanggung sekalian saja terus berbuat dosa. Itu memang modelnya iblis menjebak.
Puji Tuhan, tiap orang yang mau percaya dan bertobat, Tuhan tidak akan memalingkan wajahNya. TanganNya akan segera terulur ketika anakNya berseru memohon pengampunan. Jangan mau terpojok oleh sebuah kesalahan yang kita lakukan. Cepatlah berpaling dan bertobat. Mohonkan pengampunan dan tuntunan Roh Kudus. Sebab, darah Kristus yang tertumpah di kayu salib adalah bukti pengorbananNya.
Tentunya, bukan berarti kita bisa seenaknya memohon pengampunan. Kita harus benar dan mau bertobat. Jangan permainkan Tuhan. Godaan memang pasti akan selalu mencobai, tetapi jika kita berseru pada Kristus, darahNya yang penuh kuasa itu akan menguatkan iman. Jadi, jangan pernah mau terperangkap lebih jauh dalam perbuatan dosa. Segeralah bertobat dan memohonkan pengampunan. (tlt)

Doa:    Begitu banyak dosa yang telah kami lakukan. Ampuni kami Tuhan, kuatkan kami untuk menghadapi godaan. Amin!
TUHAN TIDAK PERNAH MEMALINGKAN WAJAHNYA JIKA KITA MEMOHON DENGAN JUJUR DAN TULUS

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hidup saling mengasihi

HIDUP SALING MENGASIHI
Bacaan: Yohanes 13: 34-35

“Aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Ay. 34)
Alkitab mencatat bahwa semua orang Kristen diperintahkan untuk saling mengasihi dengan kasih yang sejati. Perintah ini mutlak dan harus menjadi ciri khas bagi kita. Kasih juga menjadi salah satu hal yang dapat membedakan antara orang percaya yang sungguh-sungguh di dalam Tuhan dengan mereka yang setengah hati. Mengasihi merupakan inti dari pemberitaan baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru karena itu adalah kehendak Allah bagi semua umat-Nya.
Allah adalah Kasih. Itu merupakan hakekat-Nya dan kasih-Nya diwujudkan dalam karya keselamatan yang dinyatakan dan dikerjakan melalui Yesus Kristus. Alkitab berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,....” (Yoh. 3:16). Selain menyatakan kasih-Nya melalui karya keselamatan, Kasih Allah juga dinyatakan didalam pemeliharaan-Nya yang sempurna atas hidup kita masing-masing. Jadi, Kristus sendiri telah memberi teladan kasih kepada kita orang percaya, karena itu patutlah kita meneladani-Nya. Pentingnya kasih itu dapat juga kita lihat dalam Alkitab, “Jika kita tidak mengasihi, pada hakekatnya kita tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih”. Paulus juga menegaskan Kekristenan tanpa kasih adalah sia-sia (1 Kor. 13: 1-13). Jadi, kasih bisa dikatakan sebagai dasar dari iman Kristen. Hidup Kristen yang tidak dilandasi dengan kasih tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Dalam hal mengasihi, yang pertama kita harus mengasihi Allah dengan kasih yang sejati artinya bukan karena terpaksa atau dengan motivasi yang keliru misalnya mengasihi Tuhan karena ingin diberkati, dll. Selanjutnya mengasihi sesama, pertama saudara-saudara seiman kemudian orang-orang yang tidak seiman. Mengasihi bukan berarti kompromi dengan cara hidup mereka, tetapi justru sebaliknya kita wajib mempengaruhi mereka. Artinya menjadi saksi Kristus bagi mereka terutama melalui teladan kasih yang kita tunjukan kepada mereka dalam sikap hidup kita sehari-hari. Jadi, marilah kita mulai memperlihatkan ciri khas hidup Kristen yang sesungguhnya yaitu saling mengasihi dengan kasih yang tulus seperti yang telah dipraktekkan oleh Tuhan Yesus sebagai teladan kita. Haleluyah. (Jhw)

Doa:    Tuhan tuntunlah kami untuk dapat hidup menjadi teladan kasih bagi setiap orang. Amin

ALLAH ADALAH KASIH HIDUP KRISTEN YANG BENAR DASARNYA ADALAH KASIH

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kotbah Pastor BENNY HINN

*Kisah Para Rasul 1: 8*

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan
kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan
sampai ke ujung bumi.

Kita berada dalam keadaan yang luar biasa dan saya percaya bahwa Tuhan mengutus saya datang ke Indonesia dengan petunjuk Ilahi dan saya percaya bahwa Tuhan yang menetapkannya. Saya belum pernah dapat suatu kesempatan Hak Istimewa Ilahi seperti saat ini.

Pria dan wanita diseluruh dunia seperti buah yang sangat matang dan siap jatuh, semua orang dalam segala bangsa dengan latar belakang dan kepercayaan beraneka ragam sedang mencari “Jawaban”. Saya begitu bersemangat
untuk melihat apa yang akan terjadi pada saat ini.— Ada suatu gerakan Ilahi dalam gereja Tuhan dalam belahan bumi seperti ditempat ini.

Perhatikan— Sinar
kemuliaan mulai redup di Amerika Utara, Canada dan Eropa— Gereja Sejati yang sesungguhnya berada mulai dari Amerika Utara,
Canada dan Eropa, tetapi terjadi peredupan injil di negara2 itu, seperti sinar itu dikurangi. Dan apabila dibelakang sana ada “Dimmer” diredupkan—– kejadian seperti itu mulai terjadi di Negara Barat.

Tapi meskipun ada yang menjadi lemah seperti di ke 3 negara tadi, ada juga yang menjadi kuat— dimana Injil Kristus makin sering dikotbahkan— ada sesuatu yang menggairahkan, Roh Kudus memberi kegairahan dibelahan dunia disini.— Ada cahaya yang lebih terang di bagian dunia disini— Sementara ada peredupan cahaya di Amerika Utara, Canada dan Eropa— Tetapi justru di tempat ini malah semakin terang.

Saya berbicara secara profetik:—*Bahwa Tuhan memberikan kepadamu 3-5 tahun **”Waktu Anugerah”** di negeri ini.—- Engkau akan melihat
suatu kebangunan Rohani dinegri ini, Engkau juga akan melihat suatu kebangunan
Rohani yang dikerjakan Roh Kudus yang belum pernah terjadi disini*— Saya tidak berkata dengan kata2 yang hampa— Saya berkata bahwa apa yang terjadi pada Kisah para Rasul akan terjadi juga di Indonesia!!!

Ini bukan suatu kebetulan saya ada disini, ini Mujizat!!!, saya merasakan suatu perubahan atmosfir yang berbeda disini— Tuhan mengadakan pencurahan Roh Kudus di Indonesia yang luar biasa— Engkau akan melihat
mujizat2 yang luar biasa, orang mati akan dibangkitkan di Indonesia.

Saya tidak mengucapkan kata2 yang kosong ini di Indonesia, saya tahu, ada orang2 di bumi ini seperti di “Galilea”.

*Ada 2 group orang digereja :*

1. Kelompok Galilea
2. Kelompok Nazareth

Ketika Yesus berada di Nazareth, mereka tidak percaya, mereka melawan
dia dan tidak menghormati Tuhan Yesus— karena itu tidak terjadi mujizat disana.

“Galilea”.. Kekuatan itu keluar dari tubuhnya— sehingga banyak terjadi Mujizat disana.—

Indonesia bukan Nazaret— tapi “Galilea”.Sedang belahan bumi dimana Benny Hinn tinggal adalah Nazareth.

Ini suatu berita yg tidak baik—tapi di Nazareth ada sisa sekumpulan orang yang setia pada Tuhan— Saya iri pada anda di Indonesia ini!!! Saya iri pada anda, karena anda tinggal di Galilea— Sebentar lagi yang terjadi di Galilea akan terjadi juga disini—”Injil” di daerah kami itu seperti
bercampur air, disana kita tidak sering didengar lagi kotbah tentang “Salib dan darah Yesus”— Tapi saya beritakan pada anda bahwa *; “Salib Yesus akan diwahyukan kembali kepada anda”.— Kuasa darah Yesus akan menjadi nyata di
tempat ini dan saat itu apabila terjadi— Maka suatu kebangunan besar
akan terjadi di tempat ini..*

Yesus berkata, bila Roh Kudus turun pada anda, maka kuasa ini akan menjadi bagian kita— Orang yang telah menyerah total pada Dia, dan memberikan dirinya pada Tuhan dan tidak menahan suatu apapun— bila engkau
beri hidupmu total, maka bagian alkitab akan terjadi pada anda..

Saya akan bicara tentang Hadirat Tuhan. dan juga saya akan bicara untuk mengubah hidup kita supaya siap untuk ditransformasi.

Saya minta saudara selama 2 menit untuk berdoa—- Mohon pada Tuhan untuk membuka pengertianmu— angkat suaramu dan tetaplah berdoa!!!— Mohon padaNya untuk memberikan pengertian itu—-Tetaplah berdoa!! Mohon supaya engkau bisa mengerti dengan benar dan tepat— minta Tuhan beri pencurahan dalam RohNya. Sekali kau dapat menangkap ini, engkau akan menjadi bejana yang efektif dan menjadi alat yg luar biasa
bagi Tuhan—- “Oh Tuhan,
bukakan pikiran kami, Singkirkan pengertian2 yang menggangu berikan pengertianMu yang besar”.

Lagu : Haleluya— Haleluya

“Tuhan, saya minta kepadaMu, supaya Engkau melakukan pada saat ini seperti pada saat terjadi dalam Kisah para rasul— Kuatkan kami!!!”

Perhatikan Kis1:8—- Perhatikan apa yang dikatakan disana— Firman Tuhan berkata : Engkau *akan menerima* kuasa— ini artinya *”Bukan pura2″—*Dan Kuasa itu akan terjadi *ketika *Roh Kudus turun padamu—-
artinya *”bukan sebelumnya”.* *Yohanes 14:16-17*

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai  kamu selama-lamanya.

Yaitu Roh Kebenaran, Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab
Ia menyertai kamu dan akan diam didalam kamu

*”Akan diam bersama kamu!!”-*Perhatikan—

*Kita telah dijanjikan 3 pengalaman bersama Roh :*

1. Roh Kudus akan *bersama* dengan engkau (saya)
2. Roh Kudus akan *di dalam* engkau (saya)
3. Roh Kudus akan ada *diatas* engkau (saya)

Perhatikan!!! 1. bersama, 2. Didalam, 3. Diatas

*”Bersama*” ini terjadi sebelum keselamatan—Sebab Dialah yang mengenalkan Yesus pada engkau, Roh Kuduslah uang meWahyukan Yesus dalam hatimu— Dia bersamamu sebelum keselamatan— Engkau tidak mungkin mengenal
Yesus kalau bukan Roh Kudus yang memimpin kita.

Bila kita terima Yesus— Roh Kudus tinggal didalamku— ingat Yohanes 14:16— Roh Kudus tidak akan pernah meninggalkan hidup kita,— Ia akan tetap tinggal dalam Engkau selamanya

Dalam
Kis 1:8— Maka Roh Kudus akan turun padamu, saya akan terangkan— apa yang akan terjadi sebelum Dia turun padamu— Ada * perbedaan* yang sangat besar/luar biasa antara *KUASA  TUHAN dan  HADIRAT TUHAN..*

Kalau bicara tentang *Hadirat Tuhan*—Kita bicara tentang Kemuliaan/Glory Tuhan— Kalau kita bicara Kemuliaan Tuhan—- berarti kita bicara tentang Atribut2 Tuhan— Maka dalam Kel 33:18— Musa memohon Tuhan untuk menunjukkan atribut2Nya padanya.

*Keluaran 33:18*

Tetapi jawabnya:”Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku”

Ketika Musa minta Tuhan menyatakan diri—justru Tuhan perlihatkan sifatNya-yang penyabar, penyayang dll.

Kalau kita bicara tentang *HADIRAT TUHAN*— artinya kita bicara tentang kemuliaan Tuhan, juga bicara tentang sifat2 Tuhan— juga bicara tentang Jalan2 Tuhan.. Coba bayangkan sesaat, disini Tuhan
berdiri dipanggung bagian ini, maka kuasa Tuhan hadir dipanggung ini— Tidak banyak
orang percaya bahwa dibagian panggung ini ada Tuhan— Mereka tau sedikit sekali tentang Natural/ Sifat Tuhan, mereka tau tentang jalan Tuhan, tau tentang Kuasa Tuhan— Sebab Kuasa Tuhanlah yang bermanifestasi dalam
kehidupan saudara.

Kalau bicara tentang *”POWER of GOD / KUASA TUHAN”*—kuasa Tuhan yang membebaskan kita dari dosa kita— Tapi ada yang lebih dari itu— Tuhan akan memberikan kuasanya dalam sepenuhnya, tapi bukan cuma diberi keselamatan dan kebebasan saja, tapi ini untuk menjamah jutaan orang. Sebab tanpa Dia, kuasa itu tidak efektif.

Kalau kita bicara tentang *”Kuasa Tuhan”*— artinya kita bicara juga tentang “Sifat Tuhan”— juga bicara tentang “Glory Tuhan”— bicara tentang “Atribut Tuhan”— bicara tentang “Jalan-jalan
Tuhan”.

Tuhan mengatakan *”Jalan2Nya**”* pada Musa, tapi Tuhan melakukan* “TindakanNya”* pada Israel.

Dalam Keluaran 33:— Ketika Musa bilang pada Tuhan untuk “menyatakan pribadiNya”— artinya Musa sudah lihat KuasaNya— tapi ia ingin kenal hatiNya!!! Ingin kenal HatiNya!!!— Sehingga Tuhan menyatakan diriNya pada
Musa—

Tiap orang harus dengar ini!!!!: “Maka Hadirat Tuhanlah yang akan menopang engkau sebagai orang percaya”— Hadirat Engkaulah yang membuat kita tetap dalam kebenaran, dan Hadirat Tuhanlah yang membuat hidup kita
tetap dalam integritas— untuk hidup dalam kekudusan .

Kuasa Tuhan— tidak ada hubungan dengan Jalan Tuhan— Sifat Tuhan—- Atribut2 Tuhan—-Dan Cuma kalau orang hanya lihat “Kuasa Tuhan”— mereka dapat saja buat lembu emas dan menyembahnya—Ingat:
*Kuasa
Tuhan tidak merubah engkau*, *tapi hanya “Hadirat Tuhan”yang akan merubah engkau*— ketika kita lihat kasihnya, lihat anugrahNya dan lihat Sifat Tuhan— maka kita akan bertobat.

Kuasa itu tidak akan merubah sifar dasar kita— Orang yang sungguh2 kenal Tuhan, mengejar dan lapar haus akan Tuhan, maka Kuasa Tuhan akan buat hidupnya jadi Intensif dan seimbang.— Suatu kehidupan yang lemah lembut
tapi berani dan kehidupan itu milik orang percaya—Tapi sekali kita datang pada Tuhan— maka kuasa itu akan berjalan menyertai kita.

*Kalau kita mengasihi Tuhan— Maka kuasa itu akan menghakimi kita— Kuasa Tuhan menjadi sobat kita selama kita dekat dengan Tuhan, tapi Kuasa Tuhan menjadi musuhmu bila kita jauh dari Tuhan*— Kuasa Tuhan, hadiratNya, hanya Gift/Hadiah— Ini akan didapat jika kita berjalan bersama Dia.

*Hadirat
Tuhan bisa meninggalkan kita*— Karena itu Daud bilang:”Jangan ambil hadiratMu daripadaku—- Saul kehilangan Hadirat Tuhan

Tapi *Kuasa Tuhan adalah suatu hadiah/ pemberian* — hadirat Tuhan bisa meninggalkan engkau, tapi Kuasa Tuhan diberi tanpa diminta kembali— Jadi Ketika kita ada didalam Hadirat Tuhan—maka Kuasa Tuhan akan berjalan
bersama kita.

Jika kita tidak dalam Hadirat Tuhan— KuasaNya akan menjadi musuh kita.

Perhatikan: “Kita harus mencari “Tuhan”— bukan “Kuasa Tuhan”!!!— Dan kalau kita mencari Yesus— Kuasanya secara otomatis datang padamu— dan engkau akan menerima kuasaNya dan akan terima ketika Roh Kudus ada didalam kehidupanmu— Maka kuasa Tuhan akan menjadi bagian dalam hidupmu.

Karena itu *kita harus bergumul benar2 untuk “Hadirat Tuhan:” dan bukan “Kuasa
Tuhan”.*

Carilah Tuhan dengan segenap hatimu, panggillah namanya yang berKuasa!!—Kita harus selalu praktek Hadirat Tuhan— Kenalilah Tuhan, jangan cari Kuasanya— Kuasa itu akan datang secara otomatis pada anda—
“Hanya Yesus”—- Dan akan nyata dalammu dan akan menjadi pribadi yang lebih nyata dari orang yang berdiri didalam Dia— begitu nyata dalam hidupmu.

Ketika saya duduk disamping tempat tidurku dan berbicara padaNya, maka pribadi itu akan jelas padamu, Saya tidak bisa katakan, tapi itu nyata!!!— Saya tau Kau ada disitu, Pancaindraku tau Kau ada disini, Jamahan tanganku
tau Kau ada disini,tapi itu begitu lembut— Dan saya lihat kenyataan yang lebih daripada yang dilihat.

Seringkali tiap sel dalam tubuh saya tau bahwa Dia ada
disana—itu *Bahasa Surgawi*!!!— seperti saya bisa lihat jubahNya— dan Seringkali saya
bisa lihat apa yang diinginkan lewat sorotan pandangan mata saja— Dan Realitas ini yang ada padamu—

Petrus, Yohanes, Paulus lihat Dia—Sepertinya saya lihat Yohanes membaringkan kepalanya pada bahu Yesus, saya bisa melihat saat2 berbahagia itu, tapi Mereka tidak kenal dia, seperti kita kenal Dia— Dan saya percaya realita itu Nyata dan Yesus yang saya ceritakan itu begitu Nyata, seperti Petrus melihat Yesus secara “Nyata”.

“Angkat tanganmu!!!”— Ucapkan syukur— bawa suatu hubungan yang diberkati, suatu persekutuan yang diberkati, suatu hubungan antara domba dan gembalanya: Yesus yang ajaib, Yesus yang berharga”—-’*Angkat tanganmu—
kasihi Dia sekarang— dan sungguh ada realita di tempat ini’..*

*Tidak ada orang seperti Dia, tak seorangpun sepertiNya— Mari angkat tangan dan bercakap-cakap dengan Dia sekarang—
Biarkan Yesus mendengar
suaramu— “Oh Tuhanku, Penebusku yang Ajaub, Tuhan pemilik Surga, Engkaulah yang berkenan menerima pujian, hormat dan penyembahan kami, Kami sungguh
menginginkan Engkau!!!”*

*Yesus Kau milikku yang berharga, Yesus termanis, termanis dari segalanya— Yesus, Kau termanis—Oh Tuhanku, milikku yang berharga, Engkau selalu dengar kami, ketika kami Kau panggil—- Yesus yang berharga, Kau
Spiritku, Kau sangat berharga bagiku.. NamaMu termanis diatas segalanya..Malaikat2 menyembah Kau, Tuhan— Engkau Tuhanku yang Maha
kuasa!!—*

Saya baru saja berbicara tentang Realitas Tuhan— Saudara tau, anak2 saya berharga bagi saya, sangat special, tapi dibanding dengan kedekatan pada Tuhan—* *itu tidak ada artinya— Firman Tuhan berbicara tentang Kasih Tuhan dicurahkan pada kita.

*Jamah mereka sekarang, penuhi
mereka sekarang, impartasikan hadiratMu yang ajaib, KasihMu yang Ilahi dan Supernatural dalam nama Yesus, dalam nama Yesus!!! Yesus milikku yang berharga, Hadirat Tuhan melimpah saat ini,
Senangkanlah dan Kasihilah Dia—-Dan Kuasa Tuhan memenuhi tempat ini *

*Lagu : Haleluyah*

Suatu pencurahan Roh Kudus akan dimulai hari ini, ditempat ini, tapi siapkanlah hatimu untuk terima dari Tuhan saat ini.Ketika hati kita mencari Yesus, maka kuasaNya akan berkuasa dengan kemuliaan didalam kehidupan kita— Ketika Hadirat Tuhan ada di hadapanku, ketika Tuhan bicara dalam
hatimu, maka Kau dikualifikasikan untuk menerima Tuhan, maka Hadirat Tuhan akan mengubahkan engkau dan Kuasa Tuhan akan mengubah orang lain justru melalui engkau. Kuasa Tuhan bukan untuk engkau, tapi untuk menjamah orang lain melaluimu!!!— Kita Cuma *’Selang air”* yang diperlukan supaya aliran itu
mengalir melalui kita dan biar Kuasa Tuhan mengalir pada orang lain melaluimu.

Ketika Hadirat Tuhan ada padamu, maka Kuasa Tuhan akan menguntungkan orang lain melaluimu dan roh jahat akan lari daripadamu. Kuasa itulah yang mengusir setan dan mengusir sakit penyakit.

*”Kuasa Tuhan”itu anehnya dapat berlipat ganda, tapi hadirat Tuhan tidak dapat berlipat ganda*

*Yohanes 14:16*

Aku akan minta kepada Bapa,dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.

*Hadirat Tuhan diberikan kepada kita secara penuh pada waktu keselamatan, tapi Kuasa Tuhan diberikan dengan tekanan/ porsi tertentu*.Tiap orang punya hadirat Tuhan.— Baptisan Roh Kudus itu bicara tentang Kuasa Tuhan.

Hadirat Tuhan ada pada tiap orang yang lahir baru, kita
orang karismatik bilang itu “Baptisan Roh Kudus”, dan “Baptisan Roh Kudus” itu tidak ada hubungannya dengan “Keselamatan”. Dan ketika Kuasa Tuhan turun
padamu, maka akan ada hasil, buktinya— hidupmu akan diselamatkan, tubuh akan disembuhkan— Tuhan akan pakai kita sebagai bejana dan hasilnya adalah :*Pelayanan*— Ini kuasa Tuhan menyertai engkau supaya engkau jadi saksi
Tuhan.

*Kuasa Tuhan berlipat ganda, tapi hadirat Tuhan tidak berlipat ganda*— Kalau kita setia, Tuhan akan beri lagi kuasaNya.

*Apa yang dapat melipat gandakan kuasa Tuhan itu?:*

1. Kelaparan akan Tuhan— Kis 10:44
2. Kesatuan /Unity — Kis 5:12
3. Iman —Kis 14:8-10
4. Penyembahan — 2 raja2 3:15
5. Doa— Kis 4:29-34
6. Asosiasi/ Persekutuan dengan org2 percaya/Pergaulan dg orang2 yg diurapi
Tuhan

Ketika Daud melarikan diri dari Saul, ada 400 orang yang berasosiasi dg Daud, mereka orang2 yang bermasalah (ada hutang dll), tapi krn mereka dekat dg Daud, mereka menjadi seperti Daud—Mereka diberkati!!— Jadi engkau harus berasosiasi dengan hamba Tuhan-untuk terjadi pelipat gandaan.

1. Yang paling aneh : Yes 45:15

*Tuhan suka menyembunyikan diri dari umatNya*— kenapa? Karena Dia senang kalau umatNya merindukanNya, mencari Dia.— Tuhan itu lapar dan rindu untuk dirindukan— Tuhan ingin bila bila kita mencariNya.

Dalam kitab Kejadian— Ketika Tuhan mencari sahabatnya ‘Adam”— untuk cari persekutuan antara pencipta dan ciptaannya—- Tuhan menikmati persekutuanNya.

Seringkali kalau kita bergaul dengan Roh
Kudus,seringkali Roh Kudus pegang tangan kita dan berkata :” *Just a few minutes more*”. “Lebih lama lagi, lebih lama lagi”.

Suatu saat saya ada di Inggris, sedang dikamar loteng rumah teman saya. Ketika itu Hadirat Tuhan luar biasa, saya sedang bersekutu dengan Tuhan, dan tidak dapat dikatakan lagi indahnya. Tiba2 nyonya rumah berkata ;” Benny, cepat turun, makan/ dinner siap!”. Tapi saya masih bersekutu dg
Tuhan, airmata mengalir dipipiku. Waktu saya ingin menjawab panggilan nyonya rumah, Lalu saya dengar suatu suara —Cuma 1 x dia bicara spt itu pada saya :”*Just a few minutes.”* Saya merasakan kerinduan itu— Lalu saya turun
dinner dan saya ingat sekali, saya makan dg cepat, dan naik kembali, dan saya katakan ;”Saya rindu sekali dengan Engkau Tuhan”!!!. —–Suatu persekutuan yang seperti itu yang dirindukan Tuhan.

Dan pada saat itu
ketika Yesus jalan diatas danau Galilea, seolah-olah Dia mau meninggalkan mereka— Dalam Markus 6 :—dikatakan ; Kalau maurid2 tidak memanggil Dia, seakan-akan Dia mau meninggalkan mereka.— Saat itu
Dia sedang menguji mereka—-

*Markus 6:48*

Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira2 jam 3 malam Ia datang kepada mereja berjalan di atas air dan *Ia hendak melewati mereka.*

Perhatikan ini!!! “Dia seperti hendak melewati mereka”—-kalau saja murid2Nya tidak memanggil Dia— seakan Yesus akan meninggalkan mereka

Seperti juga dalam Lukas 24 :28 dalam perjalanan ke Emaus, ada Cleopas dan murid lain

*Lukas 24:28*

Mereka mendekati kampung yang mereja tuju, lalu Ia berbuat *seolah-olah hendak meneruskan perjalananNya*

Dia berbuat seolah-olah ingin
meneruskan perjalananNya— Dia sedang menguji mereka— Kenapa Ia melakukan itu??? Dia menguji muridNya dan membuat murid2Nya mencegah itu—

*Itu kunci* :”*Kalau kita bisa mencegah Tuhan seperti Tuhan meneruskan perjalanan”, maka kita akan terima Kuasa besar*—Kita akan sampai pada situasi “Tuhan cukup!!cukup!! karena terlalu banyak berlimpah kuasaNya yg
dicurahkan pada kita, sehingga tidak dapat menampungnya lagi.— Ini terjadi Kalau kita bisa ‘Mencegah”Tuhan yang seolah2 akan meninggalkan kita.

Sifat ini ada juga pada Allah Bapa dan MalaikatNya— Waktu malaikat menyatakan diri pada Abraham, sampai Abraham berkata:”Tunggu2 sebentar, aku akan menyediakan makanan bagimu..”

Juga dalam Gideon— Manoah berkata :”Janganlah meninggalkan kami!1″

Perhatikan!!!Kalau kita tahu SENI ini, kita akan terima
Kuasa lebih lagi dari Tuhan.

Jakub bilang ; ‘Aku tidak akan membiarkan Engkau sebelum Engkau memberkati aku”

Kathryn Khulman, waktu berdoa terus untuk memberikan kuasa pada seorang pemuda, sampai pemuda itu kemudian menulis surat padanya : “berhentilah berdoa seperti itu”, Lalu Kathryn Khulman bertanya pada pemuda itu: “apa engkau marah, atau engkau tidak suka?”-Kemudian pemuda itu
menjawab: “Bukan-bukan karena itu, tapi karena Kuasa Tuhan yang dicurahkan amat sangat berlimpah padaku, sehingga aku tak kuasa lagi menampungnya!!
Sanggat berlimpah!!!

Apa kita ingin Tuhan memberikan KuasaNya pada kita sampai kita berkata Stop!! Stop!! Tuhan, terlalu berlimpah kuasa itu sehingga aku tak kuasa lagi menampungnya!!! Luar biasa!!

*Kuasa Tuhan bisa di transfer lewat :*

- Urapan tangan
-
Pakaian
– Bayangan hamba Tuhan , misalnya yg dialami Petrus
– Lewat potongan kain, seperti yg dialami Elisa

*Tuhan janjikan berikan Kuasa itu pada kita*

Tuhan datanglah!!! Untuk itulah kami meninggikan namaMu— Surga akan datang— KemuliaanMu akan datang—Berdirilah dan lihatlah kemuliaanNya—
Restoring and Refreshing Your soul!!

.ooo000 … God Bless You000ooo.

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Profil Benny hill

Mampukah doa memulihkan sebuah bangsa? Pertanyaan ini hendak dijawab oleh Panitia Doa Bagi Pemulihan Bangsa, yang dibentuk untuk menyambut Rev. Benny Hinn, hamba Tuhan asal Texas, AS. Benny Hinn berkunjung ke Indonesia untuk memberitakan kabar baik, mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) tiga hari berturut-turut (Jumat, Sabtu, dan Minggu 24-26 Maret). KKR akan berlangsung di kawasan Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta, dua hari pertama mulai pukul 18.00 WIB,  Minggu pukul 15.00 WIB. Sehari sebelumnya Kamis (23/3) pukul 09.00 WIB berlangsung seminar bertema sama, pembicara tunggal Benny Hinn, di Hall A-B Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran.

Seorang anggota panitia, Pendeta Daniel Supangat mengatakan, pihaknya telah membuat konsep penyelenggaraan Seminar dan KKR secara luar biasa. Ciputra, arsitek yang membangun Kawasan Wisata Pantai Ancol turut memberikan dukungan penuh.Kesuksesan hajatan besar ini, kata Daniel, akan berimplikasi pada pemulihan bangsa sebagaimana terjadi di Fiji, Almalonga, Mizoram dan lain-lain yang mengalami transformasi karena umatnya bersatu hati berdoa untuk pemulihan kota dan bangsanya.

Siapakah Benny Hinn? Sejumlah media rohani Kristen memberitakan rencana kedatangan Benny Hinn, hamba Tuhan yang diurapi. Seperti majalah Gaharu dan Narwastu Pembaruan edisi Februari 2006. Benny Hinn sendirilah yang menyatakan bersedia mengunjungi Indonesia, dengan misi khusus menyampaikan khotbah, doa penyembuhan, dan pemulihan bagi bangsa yang tahun-tahun terakhir mengalami krisis multidimensional.

Pria kelahiran 1953 ini menyampaikan kerinduan hatinya kepada Pdt. Diana Iranata, seorang warga Indonesia yang sedang mengikuti KKR Benny di Singapura. Iranata, sehari-hari Gembala Sidang GBI Api Kemuliaan, segera membentuk kepanitiaan. Dia berharap melalui KKR, umat Kristen Indonesia dan seluruh warga memperoleh inspirasi memulihkan kondisi bangsa. Kata Iranata, doa bisa menjadi inspirasi untuk melihat dan memahami, di balik setiap krisis sesungguhnya Tuhan sedang mendidik umat untuk berbuat lebih baik.

Benny Hinn lahir dari seorang ibu berdarah Armenia dan ayah Yunani. Hingga dewasa ia mengalami kesulitan komunikasi alias gagap. Keluarga mereka memegang teguh tradisi dan disiplin Kristen Ortodoks Yunani. Ayahnya adalah Walikota Jefta, sebuah kota di selatan Tel Aviv berpenduduk 60.000 orang, yang kini menjadi pusat kesenian. Benny mengeyam pendidikan di sekolah Katolik dan dirawat biarawati. Pasca Perang Enam Hari pada 1967, Benny dan seluruh keluarga bermigrasi ke Kanada. Masih dalam kondisi gagap bicara, ia menyerahkan keselamatan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Ia memilih Yesus Kristus sebagai Juru Selamat.

Semangat belajarnya begitu tinggi hingga berhasil menguasai bahasa Arab, Ibrani, Perancis, dan Inggris. Benny pindah ke Gereja Methodist yang digembalakan Jim Pynter. Pada Desember 1973, ia berangkat menaiki bus umum dari Toronto menuju Pittsburg, AS untuk mengikuti KKR Pelayanan Mujizat yang diadakan Kathryn Kuhlman (1907-1976). Kathryn adalah penginjil penyembuhan Pentakosta dari gereja First Presbyterian, di Pittsburg.

Dalam KKR ini Benny mengalami pengalaman rohani yang dahsyat. Dalam bukunya berjudul “Selamat Pagi Roh Kudus”, ia menceritakan malam itu ia ditarik dari tempat tidur dan terus terguncang serta bergetar bersama Roh Kudus. Ia mengalami pengurapan yang luar biasa dari Tuhan.

Selama kurun waktu 1974-1980, Benny bergabung ke Yayasan Kathryn Kuhlman. Tahun 1977 ia dipilih menjadi pembicara utama peringatan Satu Tahun Meninggalnya Kathlyn Kuhlman. Benny mengabdikan hidup sepenuhnya bagi kemuliaan Tuhan. Ia berkenan melayani semua umat di banyak tempat dan negara. Setiap minggu ia menjangkau puluhan juta umat lewat khotbah acara televisi “This is Your Day”, dikemas bersama istri Suzanne dan disiarkan oleh jaringan televisi miliknya TBN dan Daystar.

Benny Hinn yang tinggal di California Selatan, menempatkan pusat fasilitas produksi media dan televisi di California. Sementara pusat pelayanannya berada di Texas. Ia telah menulis sejumlah buku di antaranya Good Morning Holy Spirit (Selamat Pagi Roh Kudus), Welcome Holy Spirit (Selamat Datang Roh Kudus), The Blood, The Anointing dan lain-lain. Benny mempunyai tiga putri, Jessica, Natasha, dan Eleaqsha, dan satu putra Joshua. Ia adalah pendiri dan pendeta pada World Outreach Center yang melayani gereja interdenominasi.

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Terima Yesus Meski Dianiaya

Kisah Pertobatan Gadis Jawa Pecandu Narkoba

Terima Yesus Meski Dianiaya

Berbagai penderitaan mendera hidupnya. Menjadi pecandu narkoba karena terpengaruh pergaulan dunia gemerlap. Ia pernah dianiaya oleh keluarganya karena menerima Yesus. Dikirim menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia karena tidak setuju dirinya mengikut jalan keselamatan. Bahkan memaksa gadis ini menikah dengan Pria yang berbeda keyakinan supaya melupakan Yesus. Namun tidak ada satu perkara pun yang berhasil memisahkan dirinya dengan kasih Kristus.

Meski terbilang belia, Amanda Maharani sudah memiliki segudang pengalaman rohani. Gadis yang lahir di Madiun, 29 September 1984 silam dilahirkan dalam keluarga yang non kristen. Namun tidak menghalangi dirinya untuk menemukan jalan keselamatan.
Sejak kepergian Ayah tercinta Parjo, penderitaan demi penderitaan silih berganti menghampiri hidupnya. Seperti yang dituturkan gadis ini pada Gloria di Medan belum lama ini. Ketika masih berusia 11 tahun, Manda biasa disapa sudah berani terang-terangan pergi ke gereja dan berdoa di rumah meski Ibu tirinya, Yem (bukan nama sebenarnya) melarang dan menganiaya dirinya.
“Ketika Ibu mengetahui saya pergi ke gereja, ia marah besar dan mengancam akan mengusir saya dari rumah. Kalau hari Mingu tiba saya disekap dalam sebuah kamar dan menganiaya supaya tidak pergi ke gereja. Namun itu tidak menghentikan niat saya untuk tetap mengikut Tuhan. Karena bayangan wajah Yesus yang penuh kasih selalu memberi kekuatan.
Untuk menghindari kemarahnya diam-diam saya berdoa di rumah sebelum tidur. Bila kemarahannya tidak bisa dibendung saya melarikan diri ke kebun untuk mohon pertolongan Tuhan,”tutur putri almarhum Parjo pada Gloria ketika menceritakan penderitaannya mengikut Yesus.

Tetap Ikut Yesus
Ketidaksenangan Yem pada anak tirinya ketika memutuskan menjadi pengikut Kristus memuncak pada tahun 2000. Waktu itu diberikan dua pilihan pada Manda. Pertama, bila tetap mengikut Yesus, Ibunya melepas tangung jawab dan memaksa putrinya menjadi TKI ke Malaysia. Padahal waktu itu ia masih berusia 16 tahun. Kedua, bila mau melupakan Yesus, sang Ibu tiri memberikan warisan dan menikahkan anaknya dengan laki-laki yang kaya raya namun non kristen.
“ Saya jelas menolak dinikahkan dengan Pria itu. Karena saya tidak mau meninggalkan Yesus. Selain masih muda, saya tidak akan tergiur hanya gara-gara warisan dan harta. Saya putuskan untuk tetap ikut Yesus biar apapun terjadi,”tegasnya lagi.

Mendapat Kemurahan Tuhan
Menjadi TKI di negeri orang banyak tantangan yang dihadapinya. Sampai di Negeri Jiran, Amanda menjadi karyawan di salah satu perusahaan di sana. Belum beberapa bulan bekerja di Selangor, Malaysia, sang majikan memperlakukan Manda bersama para TKI lain tidak semestinya hingga mereka melarikan diri dan dokumen mereka ditahan. Pada saat itu Polisi Selangor menangkap dan menjebloskan para tenaga kerja ini ke penjara. Dalam kesesakan ini ia terpengaruh dan terjun dalam dunia narkoba hingga menjadi pecandu. Namun karena kasih-NYA Manda gagal untuk mengakhiri hidupnya dalam penderitaan.
“Di penjara saya tetap berdoa mohon petunjuk Tuhan. Sambil merenungi perjalanana hidup, saya berharap Tuhan akan membuka jalan. Tidak lama kemudian saya menjadi mendapat kemurahan Tuhan untuk menjadi orang kepercayaan Kepala Lembaga Permasyarakatan mengurus tahanana. Saya tahu kemurahan yang saya peroleh semata-mata karena kasih Tuhan,” ungkap Manda.

Mendapat Pengelihatan
Ketika Gloria menanyakan apa dirinya pernah mendapatkan pengelihatan, Amanda mengungkapkan bahwa ia pernah melihat bayangan wajah Yesus penuh kasih ketika berdoa dalam keputusasaan di Medan.
“Waktu itu kami terdampar di Pelabuhan Belawan setiba dari Malaysia. Tidak ada makanan dan tidak ada ongkos untuk kembali lagi. Di gudang barang pelabuhan itu kami kelaparan dua hari dua malam. Dalam kelaparan saya berdoa dan berseru pada Tuhan. Hampir satu jam saya bersekutu. Dalam doa itu saya mohon pada Tuhan agar memalingkan wajahnya memberi pertolongan. Tiba-tiba muncul cahaya terang benderang berwarna kebiru-biruan. Tepat di tengah cahaya itu muncul wajah Yesus menatap saya dengan teduh. Saya menangis dan mencium telapak kakinya serta bersyukur atas kasih setianya,” kata gadis itu lagi.
Begitu selesai berdoa saya merasa dikenyangkan dan diberikan ketenangan oleh kekuatan kuasanya. Keesokan harinya si penjaga gudang memberikan kami makan serta minta agar kami membantu dia membersihkan gudangnya. Begitu gudang selesai dibersihkan kami dikasih ongkos untuk pulang. Pada hari itu juga kami mendapatkan pekerjaan.

Alami Lahir Baru
Rupanya pekerjaan Tuhan buat Manda tidak sampai di situ. Tuhan melanjutkan rencananya menjamah dan mengerjakan gadis ini. Akhir bulan September 2005, putri Parjo merasakan lahir baru di Gereja Sidang Rohul Kudus Indonesia (GSRI) di Jalan Sei Wampu, Medan.
“Waktu itu saya merasakan belain tangan Tuhan menjamah dan memberikan sukacita luarbiasa ketika melakukan pengakuan dosa. Mulai terjadi perubahan ajaib. Saya mulai memulai hidup yang baru dalam Kristus untuk berhenti merokok dan menjadi pecandu. Meski saya tahu iblis tidak senang dengan tindakan ini tapi saya percaya Tuhan akan mampukan saya,”harapnya.
Dan itu juga yang membuatnya tidak pernah menyerah mengikut Yesus meski salib yang dipikulnya berat. Dan duri-duri berserakan menghalangi jalannya untuk bisa sampai pada rencana Allah. Dibalik duri-duri ini Maharani sejak kecil tetap merindukan lawatan Allah dalam hidupnya.

Sang Ayah Ikut Yesus
“ Sejak masih anak-anak saya begitu rindu ketemu dengan Yesus. Karena pertama kali melihat gambar Yesus saya begitu tertarik dekat dengannya. Ditambah lagi mendengar cerita dari Ayah sepulang perjalanannya dari Nias, Sumatera Utara yang mendapatkan banyak pertolongan ketika memutuskan mengikut Yesus di pulau itu.” tambah adik Agus Susilo ini.
Menurut Amanda, sejak almarhum Ayahnya memutuskan ikut Yesus sekitar tahun 1990-an banyak perubahan dan mujizat yang terjadi dalam keluarganya. Namun itu tidak membuat Ibu kandungnya Lastri memutuskan untuk menerima berita keselamatan itu. Namun dibalik penolakan itu Lastri tidak pernah melarang anak-anaknya ikut jejak suaminya menerima Yesus. Setelah Ibunya meninggal tahun 1993 dan Ayahnya menikahi Yem, Manda mulai merasakan penolakan dari sang ibu tiri. Apalagi setelah Ayahnya berpulang ke rumah bapa di surga tahun 1996, ia dikecam habis-habisan dan dianiaya ketika mengikut jalan Yesus.

Tulisan ini sudah terbit di Tabloid Gloria
Penulis Rahel Sukatendel,
Email >

// <![CDATA[

var prefix = 'ma' + 'il' + 'to';
var path = 'hr' + 'ef' + '=';
var addy73666 = 'putri_sibayak76' + '@' + 'yahoo' + '.' + 'com';
document.write( '' );
document.write( addy73666 );
document.write( '' );
// ]]>
putri_sibayak76@yahoo.com

This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Misi Keselamatan melalui Kedamaian Kristus

Misi Keselamatan melalui

Kedamaian Kristus

Christmas !, . seluruh dunia merayakannya, sehingga kita akan menemukan disetiap sudut keramaian kota dan desa pada setiap akhir tahun. Berbagai bentuk hiasan natal dari yang sederhana sampai yang termahal, terpajang dirumah-rumah, gedung, mall, park dll; sekedar untuk menunjukan bahwa semua orang antusias untuk turut menikmati kemeriahan Natal.
Bagaimana dengan makna Natal bagi kita ditahun 2009?, . .kesan kemeriahan, pesta pora apakah semua itu cukup memberikan pesan bagi kita tentang Christmas.
Pesan ‘Keselamatan bagi seluruh umat manusia’ adalah tema central dari Christmas yang sesungguhnya.
Matius 1:18-25 (21) Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”
Sebelum Yesus dilahirkan maka dosa telah menguasai seluruh dunia, sehingga manusia membutuhkan juru selamat. Dan keselamatan itu hanya ada didalam Yesus. Demikianlah kita mendapatkan kesimpulan yang sangat jelas tentang kenapa Yesus lahir, kenapa Allah harus menjadi manusia.
Rancangan tentang misi keselamatan itu telah ada sejak awal, sebelum Yesus dilahirkan tapi project keselamatan itu sendiri mulai berjalan menjadi hidup sejak Yesus dilahirkan. Didalam Yesus kristus project misi penyelamatan umat manusia berjalan hingga hari ini. Keselamatan adalah sesuatu yang hidup yang bukan nanti dinikmati setelah manusia meninggal dunia. Saya sungguh percaya bahwa saya telah diselamatkan didalam nama Yesus sejak saat ini dan saya rindu untuk menikmatinya..
Kemanusiaan Yesus berakhir di kayu salib dengan sebuah kemenangan besar terhadap maut. KematianNya memberikan sebuah jaminan dan kepastian akan keselamatan yang telah kita miliki didalam Yesus. Namun Misi keselamatan (penyelamatan) itu sendiri terus berjalan sampai hari ini. Allah didalam Tuhan Yesus Kristus melalui pekerjaan Roh Kudus terus bekerja didalam hidup setiap orang percaya untuk menyempurnakan misi keselamatan.
Yesus adalah pribadi Allah dalam kemanusiaanNya.
Kekristenan selalu diperhadapkan dengan pertanyaan ‘bagaimana mungkin Allah menjadi manusia ?’
Berbagai analogi dibangun untuk memberikan penjelasan. Namun, apapun keraguaan manusia tentang hal itu, namun sebuah kepastian dalam iman kristen bahwa Allah telah menyatakan dirinya dalam form kemanusiaan melalui pribadi Yesus.
Melekat dalam pribadi Yesus, sesuai dengan nubuatan nabi Yesaya (Isa 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai).

Saya tertarik untuk mengangkat salah satu predikat yang melekat didalam diri Yesus sejak kelahiranNya. Yesus disebut sebagai Raja Damai. Dengan predikat ini, maka kita mendapatkan sebuah kenyataan yang sangat kuat, yang mengikuti pribadi Yesus dalam misi keselamatan itu sendiri.
Misi keselamatan didalam Yesus berjalan dalam damai / kedamaian. Atau dengan arti yang lain Ia datang dengan dan membawa damai yang sesungguhnya bagi dunia. Keselamatan didalam Yesus Kristus dikerjakanNya dalam damai yang sejati sebab Ia disebut sebagai Raja Damai.
Inilah yang membedakan konsep dan misi keselamatan antara kekristenan dan agama lain. Militansi kekristenan bukan pada mengangkat senjata dan berperang.

Kedamaian mengikuti tema central dari Christmas 2009 yang dirayakan oleh seluruh dunia.
Pesan kedamaian itu menjadi hal yang mutlak. Sejak Yesus lahir maka spirit kedamaian terus hidup.

Kemanusiaan Yesus berakhir dikayu salib, namun pekerjaan-Nya tidak berhenti dikayu salib. Misi itu harus terus berjalan. Seluruh dunia membutuhkan keselamatan.
Waktu kita menerima Yesus sebagai juruselamat, misi itu berjalan melalui kita. Yesus ada didalam kita dan predikat raja damai itupun tetap melekat dalam pribadiNya didalam kita. Allah telah memilih kita untuk menyelesaikan Mega project keselamatan itu melalui diri kita. Misi itu berjalan melalui diri kita dalam damaiNya.
Joh 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Yesus mempercayakan damai itu untuk melengkapi gereja Tuhan dalam menjalankan misinya. Gereja harus hidup dalam damai agar dapat menjalankan misi keselamatan bagi dunia.
Saya selalu mengatakan bahwa hidup kita adalah representasi Kristus bagi dunia. dan itu bukan sekedar sebuah simbol melainkan kenyataan. Dunia akan melihat Yesus melalui diri kita.

Adalah sebuah kehormatan ketika Allah mempercayakan kita dari sekian banyak manusia untuk menjadi bagian dari Mega project Allah yang besar bagi dunia. Kita menjadi mitra kerja ilahi, partner kerja, teman sekerja. Setiap orang percaya adalah mitra kerja Allah dalam misi keselamatan. Allah sedang bekerja secara luar biasa melalui diri kita. Ia memberikan kedamaianNya terlebih dahulu untuk kita dapat mengerjakan misi itu dalam kedamaian kristus.

Kerjakanlah keselamatanmu
Keselamatan yang telah menjadi milik kita adalah bagian dari ‘penyelamatan umat manusia dalam misi sejak Yesus dilahirkan’, mati dikayu salib dan berlanjut melalui kita.
Phi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
Dalam Misi itu Allah sedang menyempurnakan pekerjaan-Nya (Mega project-Nya) melalui diri kita agar semua orang dapat mengenal Tuhan.

Allah mengerjakan misi keselamatan itu bagi dunia, dalam komunitas, dan perseorangan.
PekerjaanNya bagi setiap orang (perseorangan)
Hal ini menjadi sangat serius, sebab ini akan menjadi awal dari pekerjaan dalam sebuah komunitas.
Sebagai Raja Damai dalam misi penyelamatan, Yesus telah mengorban diriNYa agar ‘setiap orang’ percaya kepadaNya dan beroleh hidup Kekal (yoh. 3:16).
Yesus memberikan kedamaian itu, dan melalui pekerjaan Roh Kudus maka kedamaian itu sedang diletakan dalam hidup kita. IA mengerjakan itu didalam setiap kesempatan, setiap hari, setiap detik dari hidup kita. Supaya setiap manusia yang telah percaya dapat menikmati kedamaian. Esensi dari hidup didalam Tuhan ada pada bagian ini. Menikmati apa yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Rasa damai dalam setiap keadaan, tidak terintimidasi, hidup yang dipenuhi dengan kedamaian kristus, kita dapat menikmati hubungan persekutuan yang intim dengan Tuhan. Dapat mengerjakan misi keselamatan lebih bebas.

Ingat !, Allah sedang mengerjakan project-Nya dalam diri seseorang, dan kita tidak berhak untuk menghalangi atau merusak rancangan dan project Allah bagi orang lain.
Kenapa orang Kristen tidak boleh menggosip, menghina, dendam dan membuat orang lain kesal, marah dll. Persoalan ini tidak sekedar berhenti pada seseorang berhasil melampiaskan emosi dan ketidak puasan akan sebuah keadaan. Hal ini menjadi sangat serious sebab :
Merusak rancangan Allah bagi orang lain.
o Merusak kesempatannya untuk hidup tenang, kesempatan untuk hidup diberkati.
o Merusak produktifitas kerjanya
o Merusak haknya untuk hidup berbahagia (Keluarga, pelayanan, study)
o Merusak banyak hal.
Merusak rancangan Allah dalam hidup kita sendiri
o Merusak hubungan kita dengan Allah sendiri
o Kehilangan kesempatan untuk menikmati hubungan intim dengan Tuhan (tidak bisa Doa)
o Kehilangan kesempatan untuk hidup berkelimpahan dalam segala sesuatu (Orang lain sedang bertumbuh luar biasa dalam Tuhan sedangkan kita sibuk menggosip orang lain)
o Kehilangan kesempatan-kesempatan lainnya.
Christmas, selalu bermakna ‘pesan kedamaian’. Christmas tahun inipun Roh Kudus sedang bekerja dalam diri kita agar kedamain itu dapat dinikmati oleh semua orang.

Malaikat membawa berita sukacita bagi para gembala. Bahwa Yesus telah lahir. Damai yang sesungguhnya sedang ada didunia.
Akankah kita menjadi bagian dalam berita kedamaian ditahun 2009.

Pesan kedamaian adalah pesan yang sangat kuat bagi dunia dalam misi keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus.

Keselamatan yang kita miliki harus kita kerjakan sesuai dengan misi itu sendiri dalam projec awalnya.
Keselamatan didalam Yesus Kristus mengemban pesan kedamaian.

Yesus memberikan kedamaian kepada setiap pribadi yang menerimaNya sebagai Tuhan dan juru selamat. Dan kita memiliki tanggung jawab untuk membawa pesan itu bagi dunia.
Apakah kita mau menjadi bagian dari mega projec Allah bagi dunia atau tidak ? pilihannya ada pada kita.
Membawa pesan dan menghadirkan kedamaian (suasana kedamaian) atau merusaknya !
Jangan menjadikan pengorbanan Yesus menjadi sia-sia.

Isa 26:3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Benarkah Yesus Tuhan?

Benarkah Yesus Tuhan?

Sudah saatnya manusia tidak lagi dicekoki oleh makanan yang bernama ‘allah’ ciptaan para tokoh agama, dan kue yang bernama ‘tuhan’ oleh rekayasa para nabi yang mirip napi itu! Orang harus sadar dari trance-nya atau ketidaksadarannya bahwa Allah yang benar telah menjelma menjadi manusia.

Ia tidak hanya ada dalam imajinasi, suatu angan-angan yang melampui penglihatan tetapi seharusnya Ia ada di sini. SenyumanNya meneduhkan gelora jiwa dan jamahanNya mengurai kehidupan yang kusut. Maka untuk itulah bergulirnya generasi demi generasi tidaklah pupus memberangus janji akan datangnya Mesias!Mesias yang dimaksud adalah berinkarnasinya Allah yang Roh menjadi manusia yang fana! Tidak boleh tidak bahwa Ia yang penuh kekekalan harus menjadi kekinian! Hadir dalam keroncong lapar bila tanpa makan dan nyanyian kehausan jika tanpa minuman, mengantuk bila tanpa tidur, dan capek bila sering berjalan kaki dan letih bila keba-nyakan khotbah. Realitas kodrat manusiawi itulah yang disandang-Nya sebagai manusia yang lumrah. Namun kehadiranNya yang hanya selintas bayang itu telah mampu menghapus gelapnya malam yang menyelimuti manusia.

Sekalipun dirinya sebagai manusia normal dan biasa saja, tanpa keunikan dan tanda-tanda khusus dalam sekujur tubuhnya, tetapi kelahiran dan kematianNya berbeda dari manusia yang pernah lahir di bumi ini. Bibit, bobot, dan bebetnya tidak terkontaminasi oleh dosa Adam. Boleh di-cek and ricek atau dicari di seputar berita dunia ini di manakah ada kelemahan dari Allah yang menjadi manusia? Mesias yang hadir ini murni seratus persen tanpa kelemahan seincipun dalam bertutur kata dan sopan santun. Kalau saja ada yang mendapati dirinya bercela maka tidak layak diikuti atau di teladani sepenuhnya!

Informasi di luar Alkitab ber-kenaan dengan Mesias tersebut bernama Isa Almasih Alaihisalam. Pribadi ini begitu spesial, sebab disebutkan 99 kali dalam seluruh Al Quran, sangat istimewa. Mereka menyebutnya dengan penuh hormat dengan embel-embel Alaihisalam. Mengucapkannya penuh santun dengan menjunjung tinggi namaNya. Identitas namaNya juga disebut-sebut sebagai Imam Mahdi. Seorang Hakim yang Adil yang masih dinantikan menjelang kiamat yang akan datang. Bukan saja sebagai Hakim yang Adil tetapi juga sebagi pribadi yang mengajarkan jalan yang lurus. Mendirikan ibadah dan akan menghancurkan si dajjal, iblis jaha-nam itu! Hebat … spektakuler benar!

Informasi di luar Alkitab yang lain, (walau tidak untuk dipercayai) nama Isa ini ini juga disebut San Isa, menurut informasi yang tidak seakurat Alkitab, Isa berkeliling Tibet, Kasmir, dan negara-negara Timur (usia 13-29 tahun) dengan membawa missinya. Pria tegap dan kuat ini dianggap guru suci di kalangan Budhis, demikian sumber dari Notovich. Bahkan dalam sumber-sumber yang lain Isa bisa berbicara dengan binatang, menyuruh seekor ular menyedot kembali racun seorang anak yang digigitnya, kemudian dengan sepatah kata ular itu hancur di hadapannya, sungguh hidupnya spektakuler. Pria yang paling suka perlombaan lari ini memiliki kecepatan lari di atas rata-rata orang, tetapi kalau melihat musuhnya terlampau jauh, ia pura-pura memperlambat langkahnya agar orang lain memenangkan pertandingan, dan ia puas melihat kemenangan orang lain. Ia mampu membuat mainan dari tanah liat dan membentuk burung dan meniupnya menjadi burung yang hidup, dan anak-anak kecil sangat melekat padaNya.

Dalam hidupNya tercatat Ia sering menghabiskan waktunya untuk berlutut menyembah Allah dan membunuh rasa sepinya dengan membaca gulungan-gulungan kitab suci. Ia seorang pria yang hidup tanpa kejahatan, tidak pernah terdengar Ia membunuh orang dan kemudian memaksa orang lain ikut agamanya. Bahkan yang sering terjadi, ia rela memberi makanan kepada orang lain dari makanan yang seharunya dimakannya. Ia rela kehausan dengan memberikan minuman yang harus diminumnya untuk orang lain! Ia tidak pernah terlibat dengan janda muda maupun tua, nafsunya sangat terkendali. Bukan seperti orang-orang yang menamakan ahli-ahli spiritual tetapi nafsunya liar dan ampun…ampun deh.

Informasi akurat terbanyak yang bisa diperoleh adalah dari Alkitab! Mesias ini memiliki nama Yesus Kristus dari Nazaret, nama ini khusus diberikan kepadaNya melalu perantaraan malaikat atas perintah Bapa di sorga. Pria dari Nazaret ini memiliki sederetan nama dan gelar dalam Alkitab antara lain adalah Imanuel (Allah beserta kita), Firman Yang Hidup, Anak Allah, Anak Manusia, Juru selamat dan Hakim Agung, Gembala Yang Baik dan masih banyak deretan nama-nama yang dibutuhkan oleh umat mausia. Khabar kelahiranNya dalam kesederhanaan palungan di kandang domba, menggetarkan Herodes, sehingga Ia harus dihijrahkan sementara ke Mesir oleh karena ancaman Herodes yang merasa tersaingi dan kemudian membabi buta membunuh setiap anak kecil di seluruh Betlehem. Ia dibesarkan sampai umur 12 tahun, dan sesudah itu hingga usianya 29 tahun tidak ditemukan pemberitaan tentang Dia. Selanjutnya selama + 3,5 tahun sesudah umurNya yang 30 tahun itu, Ia berkarya dan mati disalib serta bangkit di hari ke tiga, dan naik ke sorga. Informasinya penuh keaku-rasian karena Roh Kudus bertang-gung jawab untuk mencatatnya.

Hanya Alkitab yang memberitakan dengan murni kebenaran yang menyangkut pribadi Yesus Kristus oleh tuntunan Roh Kudus tanpa tambahan bumbu-bumbu penyedap yang tidak perlu. Runtutan kehidupanNya jelas, tidak terpenggal-penggal, sejak dari Betlehem sampai Golgota, kisahNya menjadi buku kehidupan terlaris yang tidak lapuk di sepanjang jaman. Kebang-kitanNya dari maut menunjukkan keberhasilannya dalam kehidupan yang berstandar Allah. Sementara KenaikanNya ke sorga memposisikan diriNya sebagai pemilik tunggal Sorga bersama BapaNya (Yoh. 14:1-3). Kesimpulannya memang Dialah Mesias yang dinantikan. Untuk mengujinya apakah Ia sungguh-sungguh Tuhan dan Juruselamat, dibutuhkan percaya melalui perbuatan knowing by doing bukan percaya melalui pikiran knowing by thinking

KehadiranNya dalam Alkitab dibuktikan dengan karyanya yang spektakuler. Se-nyumannya mampu meneduhkan gelora laut dan hardiknya sanggup membuat orang mati bangkit dari kuburannya! Siapa berani melawan jika Ia sedang marah? Kursi meja uang dan barang dagangan dijung-kirbalikkan tanpa ada perlawanan dari keamanan Bait Allah. Semua bengong seperti sapi ompong di mataNya tanpa sanggup menghentikanNya.

HikmatNya terlalu tinggi tidak pernah terjangkau oleh para ahli agama yang gila hormat, yang me-miliki kebutuhan untuk dibutuhkan orang lain. Bukti rentetan mujizat dipertontonkan, tanpa henti, tiada hari tanpa mujizat, doa dan kemuliaan bagi BapaNya. Da-lam keseharian ber-tutur kata, bahkan kekudusan tanpa batas menyelimut-inya sepanjang hari membuat iblis ke-ok, minggat dari hadapanNya.

Kesempurnaan dalam kelemah-lembutan dan Kasih yang menggunung menjadi milik kepunyaannya sendiri tanpa mengimpor dari orang lain (Matius 11:28-29). Dalam soal bertingkah laku etika moralnya berstandar sorga, dan inilah yang membuat gerah tokoh-tokoh agama pada masanya, tidak berkutik tersipu malu. Dari suaranya tidak pernah terlintas kecerobohanNya. Bila siapapun termasuk anda pembaca, lebih mau intim, mesra mau mendekat kepadaNya, dapat menikmati aroma kemuliaanNya yang tidak tercium bau noda dari hatinya, sebaliknya aura sorga semerbak mewabah bagi para pengikutnya! Singkat kata dalam segala hal yang menyangkut soal kebajikan maka boleh dibandingkan dengan siapapun, kapanpun dan dunia manapun? Jempolan dan tanpa tanding! Inilah prototipe manusia unggul, tingkat tinggi. Layak disebut sebagai manusia sepenuhnya dan Allah sepenuhnya!

Penantian

Di zaman Alkitab gerakan penantian Messias sangat variatif baik dari golongan orang hidup hingga golongan orang-orang mati. Golongan orang-orang hidup terdiri dari dua golongan yakni arus bawah dan kelas jet set yang disebut kaum the have Yang dimaksud dengan golongan bawah adalah orang-orang yang dipandang sebelah mata, benar-benar orang-orang terbuang, mereka yang divonis sebagai kelas arus bawah. Masyarakat kelas miskin, buta dan telanjang, pelacur. Mereka bukan saja menantikan Mesias sebagai Juru Selamat jiwa mereka, tetapi mereka menantikan Mesias sebagai juruselamat bagi kebutuhan perutnya! Buktinya mereka datang kepada Tuhan bukan karena ingin mendengar berita Kerajaan Allah, melainkan hanya kare-na Yesus baru saja membuat 5 ketul roti dan 2 ekor ikan menjadi makanan 5 ribu orang. Yesus bukan Raja di atas segala raja tetapi Ia lebih baik menjadi raja roti, “pikir mereka. Model ini masih eksis di kalangan gereja-gereja yang hanya menawarkan berkat, kesembuhan dan sederetan pameran talenta dan karunia. Orang datang bukan menantikan keselamatan jiwanya tetapi keselamatan penyakitnya maupun perutnya sendiri.

Penantian tentang hadirnya Mesias, kaum jet set-pun tidak mau ketinggalan dalam penantiannya. Mereka ini adalah orang-orang kelas atas, baik bergerak di bidang pemerintahan sebagai yudikatif, eksekutif maupun legislatif yang otaknya cemerlang, idealismenya tinggi, tetapi hatinya kering ke-rontang. Orang-orang tersebut ber-nama Farisi, Saduki dan ahli-ahli Taurat! Mereka memang menantikan Messias tetapi bukan sebagai kebutuhan vital, melainkan seperti second project-nya. Mereka telah nyaman dalam bidangnya, sehingga takut-takut yang dinantikan malah merusak ‘sangkar aman’ yang telah dibuatnya. Realitasnya sungguh-sungguh terjadi, bahwa kehadiran Mesias yang mereka nantikan malah justru menjadi musuhnya. Dijerat dengan tipu daya, hingga vonis salibpun harus diterimaNya.

KehadiranNya dekat dengan makhluk-makhluk spiritual. Ketika Ia hadir di bumi, para malaikat ikut berpaduan suara di langit (Luk. 2:13-14). Ketika Ia dicobai dan menang, malaikat langsung turun mela-yaniNya (Mat. 4), ketika ada di Getsemani saat berdoa, malaikat memberikan kekuatan kepadaNya (Luk. 22:43). Ia memiliki kemam-puan menyuruh bala tentara malaikat di sorga turun membelaNya, tetapi tidak dilakukanNya (Mat. 26:53). Pada waktu kebangkitanNya, malai-kat siap dengan pemberitaannya (Luk. 24:4). Pada waktu Ia naik ke sorga malaikatpun siap mengawal dan memberitakan janji kedatangan-Nya kembali (Kis. 1:10,11). Dan ketika suatu hari kelak Ia datang maka para malaikatpun mengiringi-Nya kembali (1 Tes. 4:16). Yesus sendiri memberikan gambaran yang jelas di hari mendatang tentang hal itu, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaanNya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaanNya” (Mat. 25:31). Siapa orang yang hidup dengan pengawalan oleh malaikat seperti Yesus? Dipastikan tidak ada!

Fenomena Alam menyambutnya dengan bintang-bintang muncul cemerlang menyambut kehadir-anNya (baca kisah Majus). Matahari menjadi gelap gulita ketika Ia mati di atas salib (Luk. 23:44). Gelombang laut, badai dan topan teduh oleh hardikNya (Mat. 8) dan Airpun berubah bagaikan daratan ketika Ia menginjakkan kakiNya, dan Ia mampu ber-jalan bebas di atasnya (Mat. 14:25).

KehadiranNya juga dinantikan oleh orang-orang yang telah mati. Elia dan Musa, dua nabi besar di dalam Perjanjian Lama yang sudah ribuan tahun telah terpisah dari lingkungan orang hidup, rela datang ke bumi menyambut kehadiranNya dan bercakap-cakap denganNya (Mat. 17). Orang-orang mati yang menan-tikan Yesus dan dibangkitkan pada masaNya setidaknya tercatat ada 3 orang dalam Alkitab, pemuda di Nain (Luk. 7), anak Yairus (Luk. 8) dan Lazarus (Yoh. 11). Dan dunia orang mati tidak sanggup menerima tubuhNya yang kudus itu lebih dari 3 hari. Sehingga Ia tidak layak mati kekal tetapi justru Ia sumber kehidupan kekal.

Mereka yang sudah lama matipun mengharapkan pembebasan di dalam penjara (1 Pet. 3:18-22). Kata penjara ini dapat diterjemahkan sebagai phulake diucapkan foo-lak-ay yang memiliki arti penjagaan, atau tempat yang tidak terbatas siang dan malam, suatu bangsal. Kata ini ber-akar dari kata phuo yang berarti puff atau blow, to swell up. Tem-pat yang luar biasa, penuh gelombang, asap dan tiupan. Ini dibuk-tikan ketika Yesus mati maka kuburan-kuburan orang kudus terbuka dan mereka bangkit! Matius 27:52 menya-takan: “…dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mere-kapun ke luar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.” Spektakuler!

Banyak orang yang mati sudah bangkit menampakkan diri kepada banyak orang, ini melebihi film misteri! Ada jutaan orang mati, tetapi tidak membuat kuburan terbuka. Hanya Yesus Kristus atau yang disebut Anak Allah yang hidup sanggup membangkitkan ratusan bahkan ribuan orang mati yang mendampingiNya memasuki kemuliaan sorga! Setan dan Iblis juga menantikan kehadiranNya tetapi tidak ada waktu untuk menampilkan dia, sebab setan tidak layak ditampilkan, malah harus dihilangkan dari benak kita!

Bukti Yesus Tuhan

Pria dari Nazaret ini adalah satu-satunya utusan Allah sebagai jaminan atas sorga (Luk. 4:43). Orang yang mengklaim dirinya diutus oleh Allah harus memiliki syarat bahwa Ia tidak dikuasi kematian, tetapi memiliki Roh yang tidak terbatas. Yohanes 3:34 menyatakan: “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyam-paikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan RohNya dengan tidak terbatas.” Orang bisa mengaku dirinya utusan Allah, tetapi kenya-taannya dia tidak memiliki Roh yang tidak terbatas. Yesus menyadari diriNya sebagai utusan Allah sehingga Ia memproklamirkan Roh Allah ada padaKu untuk berbuat banyak hal yang menyelamatkan manusia! Utusan ini harus tahu ke mana arah yang benar, Yesus menge-tahui sorga dengan pasti dan seka-rang Ia berada di sana, memper-siapkan tempat bagi umatNya. Semua makhluk tunduk kepadaNya. Ia yang dari sorga dan datang ke dunia akan kembali lagi ke sorga dan akan menjemput manusia untuk masuk ke sorga (Yoh. 14:1-3; Yoh. 3:13).

Namun Ia bukan hanya ber-predikat sebagai utusan, tetapi sebe-narnya Ia adalah Allah sendiri. Ia mengaku bahwa segala kuasa di sorga dan di bumi Ia miliki (Mat. 28:18). Ia yang menjamin satu-satunya keselamatan melalui di-riNya! Ia tahu di luar dirinya banyak ‘kebenaran’, dan masing-masing agama membuat jalan dan banyak tokoh-tokoh agama memberikan contoh kehidupan tetapi semua itu dijamin tidak sampai kepada Bapa selain melalui diriNya (Yoh. 14:6). Lihat saja Nikodemus dengan segudang kebenaran yang dimi-likinya, di mata Yesus ia seperti anak kecil yang tidak tahu apapun se-hingga Yesus harus berkata bahwa ia perlu dilahirkan kembali. Petrus dengan tegas menerima pewahyuan dari Bapa, bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup (Mat. 16:16). Yesus sendiri mengaku dengan jujur bahwa Ia adalah Tuhan (Yoh. 13:13), kurang apa lagi buk-tinya? KeberadaanNya sudah ada sebelum segala sesuatu ada (Yoh. 8:58) dan Ia sendiri terlibat dalam penciptaan alam semesta ini (Kol. 1:16)

Yohanes Pembaptis ketika mendapati keraguan dalam jiwanya tentang Mesias maka ia mengirimkan utusannya untuk bertanya apakah benar Yesus Kristus adalah pribadi yang sangat dinantikan itu? Sesuduah sampai utusan Yohanes, maka Yesus menjawab sederhana, Ia tidak me-ngatakan Ya atau mengatakan tidak, Ia menegaskan bahwa apa yang dikerjakanNya telah memberikan bukti bahwa diriNya adalah Tuhan yang menjelma di dalam diri manusia (Mat. 11:2-5). Di zaman hidupNya orang melihat bahwa Dia adalah utusan itu, sebab Dia memberikan pengampunan atas dosa manusia (Luk. 5:24).

Maklumat dari Bapa di sorga manyatakan bahwa hanya satu pribadi yang kepadaNyalah Bapa berkenan: …lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan” (Mat. 3:17; 17:5). Yesus menjamin melalui diriNya orang memiliki hidup yang kekal. Yohanes 17:3 menyatakan “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Satu-satunya Pribadi yang akan membangkitkan jutaan orang-orang yang mati di suatu hari kelak, adalah Pribadi yang satu ini dan tidak ada yang lain. Yohanes 11:25-27 menyatakan: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepadaKu, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta: “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang datang ke dalam dunia.”

Kurang bukti apa lagi? Melalui Alkitab dan di luar Alkitab Pribadi ini benar-benar tanpa kepalsuan dalam segala hal, sehingga kalau saja masih ada orang yang menolaknya berarti mereka sedang berada dalam kegelapan dunia ini, sehingga tidak melihat cahaya yang sebenarnya, atau mungkin ia sedang dibutakan oleh ilah zaman ini.

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tujuan Imanmu, yaitu Keselamatan Jiwamu

Tujuan Imanmu, yaitu Keselamatan Jiwamu

* 1 Petrus 1:3-12 Pengharapan, Iman dan Kasih
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan,
1:4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.
1:5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
1:8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
1:9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
1:10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu.
1:11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.
1:12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

Orang Kristen lnjili sering berbicara tentang keselamatan Dengan kata .lain, mereka dengan mudah berbicara tentang menerima keselamatan di masa lalu, yaitu ketika menyerahkan diri kepada Yesus sebagai Tuhan. Tetapi apakah hal iru sesuai dengan yang terdapat dalam Kitab 1 Petrus? Dalam 1 Petrus. 1:9 Rasul Petrus tampaknya menyatakan keselamatan sebagai tujuan atau hasil akhir, bukan sesuatu yang sudah dimiliki. Apakah hal tersebut berarti terjadi perubahan dalam penggunaan bahasa? Dan yang lebih penting, apakah ini berarti keselamatan itu tidak pasti?

Petrus menggunakan istilah “keselamatan” sebanyak empat kali dalam suratnya yang pertama (1Petrus 1:5, 9-10; 2:2). la menyebutkan kata diselamatkan tiga kali (1 Petrus 3:20-21; 4:18 ). Satu di antaranya mengacu pada proses keselamatan pada masa kini (3:21, pokok bahasan pasal selanjutnya) dan dua lainnya mengacu pada keselamatan di masa yang akan datang (kecuali 1 Petrus 3:20, yang mengacu pada keselamatan nabi Nuh). Dalam kitab 1 Petrus, keselamatan tidak dinyatakan sebelum akhir zarnan (1 :5). Keselamatan itu diperoleh setelah berakhirnya penderitaan demi Yesus pada masa kini (4:18). Karena itulah kita dapat bertumbuh dan beroleh keselamatan (2:2; bukan “bertumbuh dalam keselamatan” seperti dalam Alkitab versi NIV). Dengan kata lain, Petrus cukup konsisten d al a m memandang keselamatan sebagai sesuatu yang akan datang.

Memang benar bahwa Perjanjian Baru kadang-kadang menyatakan kesclamatan sebagai peristiwa mas a lalu. Kitab Yudas 3, sebagai contohnya, menyebutkan “keselamatan kita bersama,” sedangkan Titus 3:5 mengatakan, “Dia telah menyelamatkan kita … karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali.” Kisah Para Rasul 15:11; Roma 8:24; Efesus 2:5, 8; dan 2Timotius 1:9 juga menyatakan keselamatan sebagai peristiwa masa lalu. Meskipun demikian, semua ini hanya merupakan sebagian kecil dari istilah keselamatan yang disebutkan dalam Perjanjian Baru. Keselamatan jauh lebih sering disebutkan sebagai peristiwa m asa kini (1 Korintus 1 :18; 2Korintus 2:15) atau masa yang akan datang (Roma 5:9-10; 10:9; 11:26; 13:11; 1Korintus 3:15; 15:2; 2Korintus 7:10; Filipi 1:28; ITesaloriika 5:8-9; 1Timotius 4:16; Ibrani 1:14; 9:28; 10:39). Meskipun beberapa orang mungkin memperdebatkan keselamatan yang terdapat pada ayat-ayat tertentu, dalam daftar bacaan di atas terlihat kecenderungan yang umum. Keselamatan dapat dianggap sebagai peristiwa masa lalu, tetapi biasanya dipandang sebagai peristiwa yang akan datang.

Pemfokusan pada masa yang akan datang berkaitan dengan hakikat keselamatan itu sendiri. Semua ayat yang membicarakan keselamatan sebagai peristiwa masa lalu berfokus pada Jandasan dan keselamatan. Landasan tersebut adalah kematian Yesus diikuti oleh penyerahan kepada-Nya (iman) dan bukan upacara keagamaan yang dilakukan manusia, termasuk dalam Perjanjian Lama. Tetapi sebagaimana besar dari ayat-ayat tersebut berbicara tentang realitas keselamatan, dan realitas itu terjadi pada masa yang akan datang. Keselamatan berarti pelepasan dari bahaya. Jika diterapkan dalam teologi, istilah tersebut berarti bahaya dijatuhkannva hukuman pada penghakiman yang terakhir (Roma 5:8-9). Berdasarkan pengertian kata tersebut, keselamatan ti.~ak akan menjadi nyata sebelum penghakiman terakhir dijatuhkan. Sebelum saat itu tiba, orang Kristen masih memiliki pengharapan akan keselamatan (1 Petrus 1:3), namun bukan keselamatan itu sendiri. Tentu saja “pengharapan” yang dlmaksudkan Petrus bukan semata-mata pengharapan yang kosong, melamkan pengharapan yang pasti bahwa sesuatu akan terjadi. Contohnya adalah pengharapan akan kelulusan pada saat petugas administrasi sekolah menunjukkan bahwa semua persyaratan telah kita penuhi dan tempat dalam perayaan wisuda telah disediakan untuk kita.

Dengan demikian keselamatan adalah sebuah tujuan. Keselamatan merupakan tujuan orang Kristen. Menurut Kitab TPetrus, keselamatan dimulai dengan baptisan (I Petrus 3:21), namun keselamatan itu baru akan terungkap pada “zaman akhir (1 :5). Tanda-tanda dari orang yang” diselamatkan” adalah mereka tetap teguh dalam iman meskipun mengalami tekanan (4:18 ).

Apakah bahasa lnjil harus diperbaiki? Gagasan untuk memperbaiki bahasa Kltab Suci bukanlah gagasan yang buruk. Membicarakan keselamatan semata-rnata sebagai peristiwa masa lalu. membuat kita kehilangan dua hal. Pertama, penghakiman akhir seolah-olah tidak ada lagi. Hal ini menimbulkan kesan kurangnya keseriusan dalam hal penghakiman, dan tidak satu pun penulis Perjanjian Baru bersikap seperti itu. Kedua, hal ini mengandung arti orang Kristen tidak perlu mempertahankan lmannya. Padahal bukan orang-orang yang “membuat keputusan untuk mengikut Kristus” (ini bukan merupakan istilah Perjanjian Baru). melainkan mereka yang “bertahan sampai pada kesudahannya” (Matius .10:22 ; 24:13; Markus 13:13) yang akan diselamatkan. Secara historis, para teolog telah mengungkapkan hal tersebut melalui dua cara. Menurut pandangan Wesley, keselamatan itu benar-benar bers.lfat semen tara dan bisa hilang, sedangkan dalam pandangan aliran Reform, Allah meyakinkan bahwa orang-orang yang benar-benar telah dilahirkan kembali akan bertahan (bertekun) sampai akhir, Kedua tradisi tersebut dengan tepat mencerminkan penegasan Alkitab bahwa yang memberikan keselamatan bukanlah keputusan sesaat yang diabaikan untuk jangka waktu yang lama, melainkan komitmen kepada Kristus yang dijalani dengan taat sampai akhir hayat. Keselamatan merupakan hal yang pasti, tetapi hanya bagi orang-orang yang pada masa kini .menjalam kehidupan yang taat kepada Kristus. Meskipun kita tidak boleh melupakan dasar keselamatan kita dan berhenti menyatakan bahwa kita telah diselamatkan oleh kematian Kristus di atas kayu salib, adalah baik jika kata keselamatan itu bersifat sementara dan mencerminkan pengertian penghakiman akhir yang terdapat dalam Perjanjian Baru. Dengan demikian. bersama-sama Petrus, kita akan memandang keselamatan sebagai tujuan dan bukan
peristiwa masa lalu.

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kembali kepada yesus

~~~>

Sedalam Apa Kita Mengenal YESUS?

<~~~

…Saya ingin membagi berkat, ibadah yang saya ikuti malam ini membangun roh saya untuk menulis catatan ini. Semoga ROH KUDUS bisa menerjemahkan tulisan saya ini kepada saudara² kekasih sekalian.

~~~>

Yang YESUS lakukan adalah karya KESELAMATAN yang sangat mulia. Apakah yang dapat kita lakukan untuk membalas pengorbanan yang sejati itu?

<~~~

…Saya ingin memulai tulisan ini dengan sebuah sinopsis dari film rohani yang berjudul “Surat Dari Neraka”:

~~~>

Apakah kita hanya menonton jika orang terdekat kita belum mengenal YESUS, belum menerima YESUS. Belum tahu tujuan mereka ke mana dan mereka kemudian HAUS untuk mengenal YESUS dan kita tidak melaksanakan tugas kita sebagai anak ALLAH. apakah kita rela melihat mereka BERTERIAK di neraka?

<~~~


…Ada seorang gadis remaja, sebut saja namanya Ani. Suatu malam, sehabis menonton film, Ani berangkat ke tempat tidurnya. Tiba-tiba di tengah malam, ia terbangun karena menerima surat. Sesosok makhluk berpakain hitam menghampiri Ani dan memberikannya sebuah surat. Ani terbangun dan mulai membaca surat itu …

“Ani, di sini panas sekali, di sini sakit sekali… Katanya lo temen deket gue…. Tapi kenapa lo gak pernah ceritain soal Tuhan Yesus??? Di sini gw menderita Ani…. Bahkan waktu gw mau ikut ke gereja, lo selalu bilang next time next time…. Lo jahat Ani! Jahat… Gue selalu anggap lo temen deket gue… Lo tau kebenaran kan? Lo tau bahwa cuman Tuhan Yesus yang bisa menyelamatkan manusia … Tapi kenapa lo gak pernah kasih tau gw ??? Kenapa lo gak pernah cerita tentang Surga dan neraka? Padahal lo tau Surga itu nyata dan neraka juga nyata? Lo jahat Anii… Jahat !!! ……”

TIDAAAAAAAAK! Lalu Ani terbangun, ternyata ia bermimpi. Saat itu, ia menyesal, dan ia bertekad untuk memberitakan injil pada Stella, teman dekatnya itu pada hari itu juga. Pagi-pagi sekali ia bangun, ia bersiap-siap, lalu ia berangkat ke rumah Stella. Ia begitu semangat memberitakan injil.

…Ia mengetuk pintu rumah Stella, dan kakak Stella membuka pintu. “Kak, Stella ada di rumah?” tanya Ani. Kakak Stella mulai menangis, “Ani, Stella udah pergi Ani…..” Lalu Ani berkata, “Stella pergi kemana kak?? Kakak bohooong.. Stella ada di dalam kan??? Kak… Jawab kak.” Sang kakak sambil terus menangis berkata, “Stella kemarin mengalami kecelakaan mobil dan ia meninggalkan kami semua…..”

…Ani, dengan penuh penyesalan, mulai berteriak-teriak histeris. Sambil menangis ia pergi meninggalkan rumah Stella, dengan sebuah alkitab di tangan kanannya. Ia terjatuh dan menangis…. “Stella, maafin gue…. maafiin gue Stella ……….” Ani terus menangis meratapi kepergian Stella, teman baiknya yang meninggal tanpa mengenal Kristus.

~~~>

Hidupmu dengan YESUS. Bagaimanakah itu sekarang?

Hubunganmu dengan YESUS. Bagaimanakah itu sekarang?

Lebih baik kah? Atau Sebaliknya

<~~~

my point is:


…Stella adalah orang yang belum mengenal YESUS sama sekali dan rindu untuk mengenal lebih dekat KRISTUS secara pribadi.

…Apakah perlu ada Stella² yang lain karena kita terlalu menganggap enteng AMANAT AGUNG YESUS?

…Nasehat jelas beda dengan AMANAT. Nasehat dikatakan tetapi belum tentu dillakukan tetapi AMANAT adalah sesuatu yang harus kita lakukan!

…Saya ingin refresh ingatan saudara kekasih mengenai AMANAT AGUNG-NYA yang DIA sampaikan sebelum DIA naik ke surga:


Matius 28:19-20

~~~>

DIA selalu perduli. Bayangkan air mataNYA setiap kali DIA memandang ke dunia!

Apakah kita tidak bisa melakukan sesuatu?
DIA janji menyertai kita, bukan?

<~~~



¹⁹Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

²⁰dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

~~~>

AMANAT AGUNG itupun disampaikanNYA.

Yang harus kita lakukan adalah melaksanakannya.

Itu TUGAS dan KEWAJIBAN POKOK kita sebagai anak ALLAH!

<~~~



…Disana terdapat 4 kata kerja:



  1. Pergilah,

  2. JADIKANLAH,

  3. Baptislah dan,

  4. Ajarlah


~~~>

Apakah ini tidak cukup?

Apakah pengorbanan ini tidak cukup membuat ROH kita bangun dan menceritakan tentang kebaikanNYA dimanapun kita berada?

<~~~



…Kalimat utama dalam AMANAT AGUNG YESUS ini adalah “JADIKANLAH semua bangsa murid-KU”. Itulah yang terutama. Jadi, kata kerja lain mendukung kata kerja JADIKANLAH. Gambarannya seperti ini:


  • Kita PERGI ke pelosok dunia untuk menJADIKAN semua bangsa muridNYA,

  • Kita memBAPTIS orang dalam nama BAPA ANAK dan ROH KUDUS agar dia menJADI murid KRISTUS atau

  • Kita mengajar orang tentang KRISTUS untuk menJADIKAN dia murid-NYA.

…Jadi, sebagai umat percaya. Sebagai tentara dan laskar KRISTUS kita harus siap untuk menjangkau jiwa² yang hilang, domba² yang tersesat. Apakah kita rela kisah ANI dan STELLA tadi terjadi di dalam kehidupan kita? Apakah kita rela jika seseorang yang kita sayangi tidak mendengar berita keselamatan?.

…Jika ada orang yang RINDU dan HAUS untuk mendengar KARYA KESELAMATAN-NYA. Perdengarkan apa yang dilakukan KRISTUS, ya.. memang bukan langsung menyodorkan ALKITAB dihadapan mereka dan menodong orang tersebut untuk bertobat. Tapi, mulailah dengan pikiran, perkataan dan tindakan kita yang mencerminkan KASIH KRISTUS.

~~~>

Mahatma Gandhi.

Perkataan Mahatma Gandhi. Itu adalah sindiran buat kita semua.

Karena kita semua tidak mencerminkan KRISTUS!

CHANGE!

<~~~


…Mahatma Gandhi berkata seperti ini, “Jika semua pengikut KRISTUS mengikuti teladan KRISTUS dan melakukan apa yang KRISTUS lakukan maka seluruh dunia akan menjadi pengikut KRISTUS (KRISTEN)”.

…Apakah kita tidak malu mendengar ini?

…Apakah Roh dalam diri kita tidak terbakar mendengar ini?

~~~>

Berdoalah untuk kebangunan rohani.

Berdoalah supaya gereja² berhenti berdebat untuk hal² yang tidak penting.

SEKARANG. Bersatulah kembalikan domba² yang hilang kepada GEMBALAnya!

<~~~


…Sebagai pengikut YESUS KRISTUS seharusnya kita bangga menceritakan tentangNYA. Kita bangga ketika kita menyebut namaNYA. tetapi apa, manado (saya orang asli manado, sorry to say this) sebagai kota mayoritas KRISTEN, gereja di mana² tetapi data terakhir Badan Pusat Statistik mencatat bahwa manado menduduki peringkat ~1~ ABORSI di seluruh indonesia dan peringkat ke ~3~ untuk tingginya tingkat PERCERAIAN.

…C’mon umat KRISTUS!?
Apa yang terjadi dengan kita?
Apakah kita tidak malu mendengar ini?

…Apakah harus ada STELLA² yang lain, yang harus berakhir di neraka tanpa mendengar nama KRISTUS dari mulut kita.

…”Stella” mungkin bisa berwujud ayah kita yang belum mengenal KRISTUS, ibu kita, opa oma kita, om dan tante, atau sahabat baik kita, mungkin?

…Mulailah dengan menunjukan identitasmu sebagai umat PERCAYA yang mencerminkan KRISTUS..

…Jujur, saya sedang berusaha menekan keinginan daging saya dan berusaha dalam pikiran, perkataan dan tindakan saya mencerminkan KRISTUS. Kita tidak sempurna, Ya…. itu benar tetapi kita dapat menjadi lebih baik lagi dan lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Setiap hari tanamkan sikap itu!

~~~>

LASKAR KRISTUS!!

MAJU.. Bakar ROHmu..

Berperang bawa kabar keselamatan kepada jiwa² yang hilang.

<~~~



…TENTARA KRISTUS.. BANGKITLAH! BERSATU! Jangan pandang DENOMINASI gereja!

…Halo… It’s 2009 dan gereja² masih berdebat soal perbedaan yang mereka miliki?

…Kita memiliki satu TUHAN yang sangat kita kasihi dan DIA lebih dulu mengasihi kita..

…C’mon! Bayangkan seorang pelaku bom bunuh diri dengan gagahnya masuk ke dalam hotel JW Marriot dan kemudian dia melakukan tindakan radikal siap mati padahal dia tidak tahu tujuannya akan menuju neraka.

…Kita sebagai umat KRISTEN kita tahu kita akan hidup kekal selama²nya, kita seharusnya dengan gagah mengakuinya dihadapan semua orang. Be radical to HIM. Radikal dalam hal positif. Bersemangat untuk terus berjuang bagi jiwa² yang hilang. Beri dampak bagi orang sekitar kita agar kehidupan kita menjadi lebih berarti.

~~~>

DAN kita Tahu.. KRISTUSLAH juaranya!

Kita tahu kitalah pemenangNYA!

Berjuanglah LASKAR KRISTUS. Bawa berita kemenangan ini.

JADIKANLAH semua bangsa muridNYA..

<~~~


~Jadikanlah Semua Bangsa MuridKU~
~1 Jiwa Sangat Berharga BagiNYA~

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Perayaan Paskah

Mengapa Perayaan Paskah Tidak Semeriah Perayaan Natal? Sebuah perenungan…

Menjelang akhir tahun, biasanya gereja-gereja sudah mulai sibuk dan ramai merencanakan berbagai acara untuk merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Bahkan panitia sudah terbentuk sejak berbulan-bulan sebelumnya dan sudah mulai rutin mengadakan rapat-rapat untuk mempersiapkan perayaan hari Natal. Menjelang bulan Desember inilah mulai banyak acara digelar, seperti konser Natal, Natal Sekolah Minggu, Natal Pemuda, Natal bersama, drama musikal Natal, dan lain sebagainya. Sepertinya orang-orang Kristen begitu sibuk melayani di dalam acara-acara yang diselenggarakan untuk merayakan Natal, dan tidak hanya di dalam gereja, di rumah pun turut sibuk menghias pohon Natal, membeli kado Natal, mengirim kartu Natal, dan lain-lain. Memang Natal merupakan hari yang sangat besar untuk setiap umat Kristiani, karena pada hari itulah Tuhan Yesus lahir ke dunia. Tetapi di tengah-tengah semua acara, aktivitas, dan pelayanan orang-orang Kristen di hari Natal, perlu kita renungkan apakah benar kita merayakan kelahiran Kristus di dunia atau kita hanya merayakan sebuah pesta besar untuk menyenangkan diri atau menjustifikasi diri sebagai orang Kristen? Pernahkah kita benar-benar merenungkan apa tujuan kelahiran Kristus yang kita rayakan di hari Natal itu? Tujuan kelahiran Kristus ke dunia bukanlah untuk bersenang-senang, dan bukan juga untuk menjadi raja atas dunia (walaupun dunia dan segala isinya adalah milik-Nya). Dia datang ke dunia untuk mati mencucurkan darah di atas kayu salib demi menyelamatkan umat-Nya. Sesungguhnya puncak penggenapan rencana Allah jatuh pada perayaan hari Jumat Agung dan Paskah, bukan pada hari Natal. Tetapi anehnya, pernahkah kita melihat orang-orang Kristen begitu sibuk dalam bulan-bulan menjelang Paskah? Kalau ada pun, apakah dalam mempersiapkan acara-acara untuk Jumat Agung dan Paskah kita akan seantusias saat mempersiapkan acara-acara Natal? Jadi, mengapakah kita tidak merayakan hari ini semeriah Natal? Mari kita coba pikirkan arti perayaan Paskah itu melalui perenungan kematian Kristus.

Ketika J. I. Packer (1926-sekarang) menulis kata pengantar untuk buku karangan John Owen (1616-1683), “The Death of Death in the Death of Christ”, ia dengan tegas mengatakan bahwa pemberitaan Injil di dalam gereja pada zaman sekarang lebih menekankan pada keselamatan yang “membantu” manusia mencapai damai, kenyamanan, sukacita, dan kepuasan daripada menekankan kemuliaan Allah. Artinya, Injil yang diberitakan di gereja-gereja saat ini hanyalah demi memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia untuk mendapatkan kedamaian jiwa (self-justification because they’re reluctant to bear the cross), tetapi Injil yang menceritakan tentang pengorbanan Kristus di kayu salib, karya keselamatan, dan penebusan dosa dengan harga yang begitu mahal tidak terlalu ditekankan. Sehingga kematian Kristus telah turun derajat menjadi salah satu alat manusia untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan diri. J. I. Packer di dalam bukunya juga menunjukkan bahwa di masa lampau, Injil lebih menekankan kemuliaan Allah dan karya keselamatan, sehingga orang lebih dapat melihat pentingnya makna Paskah dalam kemuliaan-Nya.

Pada abad ke-17 ada sekelompok orang yang kini kita sering dengar dengan sebutan kaum Arminian. Mereka percaya bahwa:

  1. Manusia tidak sepenuhnya terkorupsi dosa, sehingga masih ada kemampuan untuk percaya Injil.
  2. Manusia tidak sepenuhnya dikontrol Allah sehingga ada kemungkinan menolak keselamatan.
  3. Kaum pilihan Allah ditentukan karena Allah telah melihat pada akhirnya kaum pilihan-Nya tersebut mempunyai kemampuan untuk percaya.
  4. Kematian Kristus menciptakan kemungkinan keselamatan manusia bila manusia mau percaya.
  5. Kaum percaya harus terus berusaha menjaga anugerah itu dengan memelihara iman mereka.

Kelima pokok yang dipercaya oleh kaum Arminian tersebut oleh J. I. Packer dikontraskan dengan lima pokok Calvinisme yang mengatakan sebagai berikut:

  1. Manusia berdosa pada dasarnya tidak mampu untuk percaya pada Injil maupun hukum Allah.
  2. Allah berdaulat memilih manusia berdosa untuk diselamatkan melalui Kristus dan berdaulat memberi iman demi kemuliaan-Nya.
  3. Karya keselamatan Kristus mempunyai tujuan akhir keselamatan umat pilihan-Nya.
  4. Pekerjaan Roh Kudus untuk membawa manusia dalam iman yang tidak pernah gagal.
  5. Iman dan anugerah keselamatan kaum percaya terus dipelihara melalui kuasa Allah sampai pada kemenangan.

Kesimpulan dari persepsi J .I. Packer di atas adalah, bahwa kaum Arminian menunjuk pada manusia yang dapat ikut andil dalam mencapai usaha keselamatan itu, sedang Calvinisme berpandangan bahwa Allah yang memampukan manusia untuk selamat dan tidak ada sedikit pun jasa manusia di dalam karya keselamatan. Arminianisme melihat Allah mengambil langkah pasif dalam karya keselamatan, sedang Calvinisme melihat langkah aktif Allah dalam karya keselamatan.

Lebih lanjut Calvinisme menekankan bahwa karya keselamatan Allah tidak universal diberikan kepada semua orang. Keselamatan ini hanya diberikan Allah kepada manusia sesuai kehendak-Nya. Lantas, apakah Allah tidak adil? Tidak juga, karena yang adil adalah semua manusia berdosa di mata Allah sehingga semua manusia harus dihukum. Justru karena kemurahan hati Allah di dalam kedaulatan-Nya, ada manusia yang diberi anugerah keselamatan melalui darah Kristus. Hal ini adalah yang dimaksud dalam lima pokok Calvinisme, point-nya yang ketiga.

Di dalam bukunya John Owen memaparkan secara lengkap bahwa Alkitab mencatat kematian Yesus Kristus adalah benar-benar untuk menyelamatkan kaum pilihan-Nya, dan bukan untuk semua manusia. Owen menegaskan kematian Kristus adalah karya keselamatan yang sempurna untuk merekonsiliasi hubungan manusia dengan Allah. Melalui kematian Yesus sebagai korban yang suci, manusia dibenarkan di hadapan Allah karena Allah menerima darah pengorbanan Kristus untuk menggantikan dosa manusia dan menyucikan manusia di hadapan Allah. Dengan demikan manusia diadopsi kembali masuk ke dalam kerajaan Allah dan Allah menganggap kini manusia layak untuk memuliakan Allah di hadapan tahta-Nya.

Owen mengupas bagaimana Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus bekerja secara aktif di dalam karya keselamatan ini. Allah Bapa mengutus Allah Anak dan memberikan segala kuasa untuk menggenapkan rencana ini, Allah Anak dalam ketaatan-Nya menjalankan karya ini, dan Allah Roh Kudus bekerja berdampingan dengan Allah Anak dalam penggenapan rencana keselamatan.

John Owen juga memaparkan argumen-argumen bahwa karya keselamatan tidaklah universal. Di antara argumennya disebutkan bahwa semasa Yesus hidup bersama dengan murid-murid-Nya, berita Injil tidak dikabarkan kepada semua orang, melainkan hanya kepada orang-orang yang Yesus berkehendak memberitakan-Nya. Argumen lainnya mengatakan bahwa di dalam Alkitab tidak pernah disebut bahwa Kristus mati untuk semua orang. Kurang lebih ada 16 argumen yang menyatakan keselamatan hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang dipilih-Nya.

Namun di luar argumen-argumen itu, yang terpenting bagi kita adalah arti kematian dan kebangkitan Kristus yang berpusat pada pengembalian kemuliaan Allah. Amat sangat penting bagi kita untuk mawas diri dan sadar apakah Injil yang kita kabarkan pada orang sekitar kita benar-benar mengembalikan kemuliaan kepada Allah. Misalnya waktu kita mengabarkan Yesus yang menjadi Juruselamat pribadi, apakah kita menyodorkan berita bahwa itu adalah pilihan manusia untuk boleh percaya atau tidak pada pesan Injil, sehingga menjadikan manusia sebagai penentu keselamatan dirinya sendiri? Jika ya, kita telah menjadikan karya keselamatan tergantung pada diri saya yang menjadi penentu untuk memutuskan menerima atau menolak karya keselamatan.

Jika memang kita ingin memuliakan Allah, kita perlu juga menyodorkan berita bahwa kondisi keberdosaan manusia tidak memungkinkan mereka untuk percaya isi Injil jika bukan karena anugerah Allah semata. Ini berarti arti kematian Kristus di kayu salib menjadi sangat mahal karena hanya kepada orang-orang yang Allah berkenan akan dinyatakan dan diberikan karya keselamatan itu. Bila benar isi berita Injil itu untuk semua orang, maka nilai darah Kristus menjadi murah adanya.

Ini pula yang mengakibatkan perayaan Natal lebih meriah dari perayaan Paskah. Seperti persepsi kaum Arminian, kita menyambut kelahiran Kristus sebagai sarana yang memampukan kita untuk memperoleh “sorga” kebahagiaan kita. Kita lupa bahwa makna kedatangan Kristus mencapai puncaknya sewaktu Yesus mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga. Kita lupa konsep Kerajaan Allah bukanlah untuk kemuliaan manusia, melainkan kemuliaan Allah.

Bila kita mengerti akan karya keselamatan yang demikian berharga, bagaikan seorang pedagang mencari mutiara-mutiara yang berharga, ketika ia menemukan sebutir mutiara yang luar biasa indahnya, segera ia pergi dan menjual semua miliknya, lalu membeli mutiara yang satu itu (Matius 13:45-46). Selanjutnya apakah tindakan kita? Tidak saja kita harus menyambut Paskah dengan serius, kita juga harus selalu sadar bahwa kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah kunci dari keselamatan kita dan Tuhan memberikan pengorbanan-Nya dengan gratis tetapi tidak murah.

Bila selama ini kita telah menyatakan Yesus adalah Juruselamat pribadi saya, marilah kita sama-sama merenungkan sejauh mana kita sebagai orang Kristen telah bersikap dalam menyambut hari Paskah sebagai puncak karya keselamatan yang Allah anugerahkan pada kita. Marilah kita lebih mawas diri dalam menyatakan keagungan harga darah Kristus di kayu salib melalui seluruh aspek kehidupan kita.

Februari 25, 2010 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.